Perusahaan akan menggunakan nama iOS 26. Angka itu merujuk pada tahun 2026 yang tiba beberapa bulan setelah pembaruan iOS diluncurkan, dikutip dari Apple Insider, Sabtu (31/5/2025).
Pengumuman nama baru sistem itu akan dilakukan Apple dalam acara pengembang WWDC 2025 mulai 9 Juni 2025 mendatang.
Apple Insider melaporkan perubahan nama akan berlaku untuk semua sistem operasi. Jadi akan ada iOS 26, iPadOS 26, macOS 26, watchOS 26, tvOS 26, dan visionOS 26.
Sebagai informasi, sistem penomoran yang digunakan sekarang berdasarkan sistem yang digunakan antar platform. Sebab setiap sistem diluncurkan dalam waktu yang berbeda.
Menurut Apple Insider, sistem penamaan berdasarkan tahun dan nomor yang sama tiap sistem akan membuat lebih sederhana. Jadi tidak perlu membuat pengguna mengingat versi mana pada peluncuran tahun depan.
Belum diketahui juga apakah Apple akan menggunakan konvensi nama tambahan pada macOS. Selain itu belum ada pernyataan Apple terkait perubahan nama.
Apple memang telah melakukan penyederhanaan nama sistem. Misalnya OS X dari versi 10.0 Cheetah ke macOS 10.15 Catalina sekitar 2001-2019.
Berikutnya macOS 11 Big Sur diumumkan pada 2020. Kemudian Apple memutuskan melakukan peralihan tahun yang lebih besar.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Kairo mulai membuka diri terhadap pengaruh Beijing, di tengah ketegangan dengan sekutu lamanya, Amerika Serikat.
Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Army Recognition Group, lembaga berbasis di Belgia yang fokus pada analisis militer. Mereka menyebut bahwa Panglima Angkatan Udara Mesir, Letnan JenderalMahmoudAbdelGawad, telah menunjukkan ketertarikan terhadap jet tempur siluman J-35.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang Mesir maupun China, laporan ini menyita perhatian luas karena J-35 dirancang sebagai pesaing langsung F-35 buatan AS yang selama ini mendominasi pasar alutsista global.
Sebuah indikasi nyata dari ketertarikan Mesir terhadap J-35 terlihat dalam peringatan 45 tahun hubungan militer Mesir-China yang digelar awal bulan ini. Dalam acara tersebut, model jet tempur J-35 dipamerkan secara terbuka, sebuah langkah yang disebut analis sebagai sinyal simbolik namun signifikan.
Jenderal (Purn) Sayed Ghoneim, Ketua Institute for Global Security and Defense Affairs (IGSDA) yang berbasis di Abu Dhabi, menyatakan kepada Newsweek bahwa langkah ini bisa menjadi bentuk tekanan terhadap Amerika Serikat yang selama ini dinilai menghambat peningkatan dan pemeliharaan armada jet tempur Mesir.
“Langkah ini bisa menjadi upaya untuk menekan AS agar lebih fleksibel terhadap permintaan Mesir akan jet tempur canggih-terutama setelah Washington mengabaikan kekhawatiran keamanan Mesir dalam konflik terbaru Israel di Gaza, dan tetap bersikukuh agar senjatanya tidak digunakan oleh negara manapun terhadap sekutu-sekutu AS,” ujar Ghoneim, dikutip Sabtu (31/5/2025).
Saat ini, Mesir berupaya memodernisasi armada F-16 yang mulai menua, namun menghadapi kendala besar dalam hal pembiayaan, ditambah lagi dengan berbagai persyaratan ketat yang melekat pada sistem senjata dari negara-negara Barat.
Hambatan serupa juga dihadapi Pakistan, yang akhirnya beralih ke China sebagai mitra militer utama. Dalam konflik udara dengan India, Islamabad dilaporkan telah menggunakan jet tempur J-10C buatan China. Jet yang sama juga ikut serta dalam latihan militer gabungan pertama antara Angkatan Udara China dan Mesir baru-baru ini.
Jika Mesir benar-benar merealisasikan pembelian J-35, ini bisa menjadi perubahan strategis yang besar.
“Langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan militer Mesir terhadap persenjataan AS-pergeseran yang bisa berdampak ke pasar senjata negara lain, karena Mesir kerap menjadi tolok ukur dalam menilai kualitas sistem persenjataan global,” jelas Ghoneim.
Ia juga menyinggung bahwa hal ini sejalan dengan pola diversifikasi senjata yang telah dilakukan Mesir dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pembelian jet tempur Rafale dari Prancis, kerja sama militer dengan Korea Selatan dan Jerman, serta akuisisi komponen persenjataan dari berbagai negara.
Namun di sisi lain, analis mempertanyakan sejauh mana China bersedia mengekspor teknologi sensitif seperti J-35 kepada negara seperti Mesir, yang secara historis memiliki hubungan erat dengan NATO.
“Meskipun jet ini secara resmi ditujukan untuk pasar ekspor, pengiriman jet tempur siluman generasi kelima ke militer yang selama ini selaras dengan AS akan menjadi pergeseran strategis yang signifikan. Bagi Beijing, ini bisa menjadi pintu masuk ke kawasan yang selama ini didominasi Barat. Tapi hal ini juga membawa risiko politik dan teknologi yang tidak kecil,” catat Army Recognition Group.
Sementara itu, media pemerintah Mesir mengabarkan bahwa Presiden China Xi Jinping dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Mesir dalam waktu dekat. Perdana Menteri Mesir menyebut kunjungan tersebut sebagai “titik balik” dalam penguatan kerja sama bilateral di tengah ketidakstabilan global dan regional.
Berdasarkan data Brand Finance 2025, Porsche tetap menjadi merek mewah dan premium paling bernilai di dunia untuk tahun kedelapan berturut-turut, dengan nilai merek sebesar US$41,1 miliar, menurut laporan terbaru dari Brand Finance, konsultan valuasi merek terkemuka di dunia.
Porsche mempertahankan posisi puncaknya meskipun nilai mereknya turun 5%, yang menurut Brand Finance disebabkan oleh melemahnya permintaan di China dan Eropa, sehingga memengaruhi kinerja keseluruhan.
Namun, riset Brand Finance menunjukkan Porsche meraih skor tinggi 9,3 dari 10 dalam hal penerimaan harga, mencerminkan tingginya kesediaan konsumen untuk membayar mahal demi produk mereka. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang Porsche yang mengutamakan nilai daripada volume penjualan. Riset tersebut juga menyoroti penilaian tinggi atas keandalan (9,6) dan reputasi (9,7) secara global, menegaskan posisi Porsche sebagai pemimpin di pasar otomotif mewah.
Chanel melampaui Louis Vuitton dan kini menempati peringkat kedua sebagai merek mewah dan premium paling bernilai di dunia setelah mengalami peningkatan nilai merek sebesar 45% menjadi US$37,9 miliar. Hal ini juga menjadikannya merek dengan pertumbuhan tercepat dalam peringkat tahun ini.
“Dari tahun 2019 hingga 2024, sektor mewah dan premium mengalami periode penciptaan nilai yang signifikan, dengan total nilai merek 50 merek teratas dunia melonjak 43%. Di tahun 2025, momentum itu terus berlanjut, mencapai rekor US$317,0 miliar. Meski demikian, sektor ini tengah mengalami pergeseran. Pertumbuhan diperkirakan akan melambat, dan merek-merek harus menavigasi perubahan preferensi konsumen yang kini lebih memprioritaskan pengalaman premium seperti perjalanan dan momen sosial bermakna dibanding barang-barang material. Era kenaikan harga yang mudah karena permintaan tinggi telah berakhir, dan merek-merek mewah harus beradaptasi untuk tetap relevan,” tutur Henry Farr, Direktur Valuasi di Brand Finance.
Pada 2025, Dior naik tiga peringkat dalam daftar kekuatan merek dan menjadi merek mewah dan premium terkuat dengan skor BSI (Brand Strength Index) sebesar 93,5 dari 100. Skor ini juga mendorong Dior masuk dalam daftar 10 besar merek global terkuat di antara 500 merek paling bernilai di dunia untuk tahun 2025.
“Meski berlangsung sangat dinamis, semua tetap berjalan lancar karena kita menjunjung tinggi tradisi musyawarah untuk mufakat,” ungkap Bursah Zarnubi usai terpilih dalam pernyataannya Jumat (30/5/2025).
Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum, Bursah menekankan pentingnya peran APKASI dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menilai APKASI adalah wadah strategis dalam merancang kebijakan daerah ke depan.
“APKASI akan menjadi ruang kajian, menyusun rekomendasi terhadap isu-isu penting agar menjadi rujukan nasional,” tegas Bursah.
Salah satu isu utama yang diangkat adalah soal desentralisasi. Ia menyoroti semakin terbatasnya kewenangan pemerintah daerah, terutama dalam aspek penganggaran.
“Hak-hak pemerintah daerah banyak direnggut pusat. Untuk dana operasional saja sulit. Ini harus kita perjuangkan agar otonomi daerah tidak hanya sekadar slogan,” tegasnya.
“Bayangkan, gaji saya sebagai Bupati hanya Rp 5,7 juta. Bagaimana kami bisa bekerja maksimal dan mencegah praktik korupsi jika dukungan anggaran minim?” katanya.
Bursah juga menyoroti isu pendidikan dan menyampaikan komitmen APKASI untuk mendukung program pendidikan dasar gratis secara nasional, sekaligus mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program MBG mestinya sudah berjalan lebih cepat. Tapi kenyataannya masih minim koordinasi dengan pemerintah kabupaten. APKASI siap membantu pemerintah pusat dalam pelaksanaan MBG, termasuk misalnya dengan menghibahkan lahan untuk fasilitas penunjang,” jelas Bursah.
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang menjadi tuan rumah Munas VI, secara resmi ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal APKASI.
“Pelaksanaan Munas telah selesai dengan baik. Terima kasih atas kepercayaan kepada Minahasa Utara,” ujar Joune.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, yang turut hadir dalam Munas ini, menyampaikan apresiasinya terhadap jalannya proses pemilihan. “Bupati adalah penyambung suara daerah kepada pemerintah pusat. Semoga ketua umum yang baru dapat memperkuat soliditas antar kepala daerah,” ujar Ribka.
Melansir dari Japan Times, sebanyak 98% lulusan Maret 2025 telah terserap dunia kerja per 1 April 2025, jumlah ini hanya terpaut 0,1 poin dari rekor sepanjang masa. Bukan cuma karena ekonomi Jepang pulih pasca-COVID, tapi karena perusahaan memang berebut tenaga muda. Kekurangan tenaga kerja membuat lulusan baru laku keras.
Sementara itu di Indonesia, 842 ribu sarjana masih menganggur. Bahkan di job fair, mereka berdesakan hanya untuk menemukan lowongan palsu.
Jepang tidak menunggu lulusan mencari pekerjaan. Mereka yang menjemput. Sistem job matching di kampus sudah mapan, dengan perekrutan yang terjadwal secara nasional. Perusahaan datang langsung ke universitas, proses wawancara dilakukan bahkan sebelum wisuda.
Bahkan lulusan jurusan humaniora pun diserap 98,2%, tak kalah dari jurusan sains (97,3%). Tidak ada “jurusan favorit”, karena industri sudah terbiasa melatih, bukan hanya menyaring.
Sebaliknya, di Indonesia, kampus dan dunia kerja seperti dua benua yang belum jembatan. Mahasiswa sibuk IPK, perusahaan sibuk cari pengalaman. Padahal belum sempat lulus, sudah ditanya “minimal 2 tahun pengalaman”.
Belum lagi fenomena “aspirational mismatch”, di mana sarjana merasa “kebesaran gelar” untuk kerja teknis, tapi pekerjaan ideal tak kunjung datang. Di sisi lain, sistem vokasi masih kurang percaya diri, padahal lulusan diploma terbukti lebih stabil dan cepat terserap pasar.
Sementara, kisah terbaru di suatu job fair di Jakarta, yang datang bukan hanya rekrutmen, melainkan juga jebakan. Penipuan berkedok lowongan kerja palsu kini mengintai di tiap notifikasi email dan WhatsApp, menunggu saat lengah dari mereka yang mulai putus asa.
Seperti kisah Andi dan Yudha, dua anak muda yang ditemui CNBC Indonesia dalam job fair, mereka nyaris jadi korban. Rp800 ribu, Rp500 ribu, bahkan hanya Rp20 ribu pun dipatok sebagai “biaya administrasi” semua berujung nihil, yang tersisa hanya rasa dibodohi
Kuncinya sebetulnya ada di satu kata: sistemik. Di Jepang, pemerintah, kampus, dan industri membentuk ekosistem penciptaan kerja. Di Indonesia, masing-masing jalan sendiri-sendiri. Kurikulum lambat bertransformasi, industri minim pelatihan, dan pemerintah masih sibuk pasang banner program tanpa menyentuh jantung persoalan.
Jika Indonesia ingin bonus demografi bukan jadi bencana, maka inspirasi dari Jepang bukan soal budaya kerja keras semata, tapi tentang desain sistem kerja yang adil, adaptif, dan aktif menjemput talentabukan menunggu sambil menyaring.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut bahwa sistem pertahanan udara mereka telah menghancurkan atau mencegat total 296 drone udara Ukraina yang diluncurkan secara serentak ke berbagai wilayah di negara itu.
Akibat serangan ke Moskow ini, Badan Transportasi Penerbangan Federal mengatakan pembatasan telah diberlakukan di tiga bandara kota yakni Sheremetyevo, Vnukovo, dan Zhukovsky.
Militer Rusia mengumumkan serangan pesawat nirawak Ukraina hampir setiap hari, tetapi jarang dengan intensitas seperti ini dalam waktu sesingkat itu. Moskow, yang berjarak beberapa ratus kilometer dari perbatasan, tidak sering menjadi sasaran serangan sebesar itu.
Di luar Moskow, 59 pesawat nirawak menargetkan wilayah barat daya Bryansk, kata Kementerian Pertahanan Rusia. Yang lainnya ditembakkan ke wilayah Kursk, Belgorod, Tula, Oryol, dan Kaluga.
Serbuan pesawat nirawak semalam terjadi setelah Ukraina mengatakan bahwa mereka menghadapi tiga hari serangan pesawat nirawak Rusia yang paling intens sejak Moskow melancarkan serangan militernya pada tahun 2022. Negara pimpinan Presiden Volodymyr Zelensku mengatakan bahwa Rusia meluncurkan lebih dari 900 pesawat nirawak selama tiga hari hingga hari Senin. Tiga belas warga sipil tewas dalam serangan pada hari Minggu, termasuk tiga anak-anak.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Selasa bahwa serangannya merupakan respons terhadap serangan pesawat nirawak dan rudal Ukraina yang menyebabkan korban sipil Rusia.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menjelaskan, Danantara memiliki posisi penting karena di dalamnya terdapat anggota dari Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).
“Kan Danantara itu anggotanya juga ada Bank Himbara. Bank Himbara ini kan penyalurannya ya kan pasti ikut terlibat secara tidak langsung Danantara ini, karena kepemilikan Bank Himbara kan sekarang Danantara,” ujar Ferry saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/5/2025).
Ferry pun menyebut tidak ada sumber dana lain untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih selain dari Himbara. Namun, katanya, akan tetap ada alokasi dari negara, tapi hanya untuk pembiayaan investasi.
“Nggak ada (sumber dana lain selain Himbara). Tapi kalau di investasi memang ada dari APBN. Tapi APBN atau APBD itu dari untuk membiayai investasi, bukan modal kerja,” jelasnya.
Ia mencontohkan bahwa kebutuhan dana Rp3 miliar atau lebih untuk pembentukan Koperasi Desa Merah Putih biasanya ditujukan untuk modal kerja. Sementara dana investasi mencakup aspek fisik dan infrastruktur, seperti kantor koperasi.
“Kalau yang Rp3 miliar atau lebih itu kan biaya modal kerja. Investasi ini kan kantor koperasinya di mana,” terang dia.
Karena itu, lanjut Ferry, pemerintah sedang menjajaki pemanfaatan aset-aset milik negara dan daerah agar bisa digunakan untuk mendukung kegiatan koperasi di tingkat desa.
“Makanya kami tadi salah satu keputusan rapat dengan Komisi VI DPR RI adalah bagaimana kita bisa menggunakan aset-aset yang dimiliki oleh pemerintah provinsi, kabupaten, BUMN, BUMD, atau resi gudang. Itu bisa digunakan untuk kegiatan Koperasi Desa Merah Putih,” katanya.
Penandatanganan ini dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Li Qiang,
“Nota Kesepahaman ini memperkuat Nota Kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani oleh kedua bank sentral pada tanggal 30 September 2020,” sebagaiamana disampaikan dalam keterangan resmi, dikutip Minggu, (25/5/2025).
Perjanjian ini pun memperluas cakupan kerja sama penyelesaian mata uang lokal bilateral mencakup transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi keuangan.
Nota Kesepahaman ini juga melengkapi upaya kerja sama dalam meningkatkan konektivitas pembayaran untuk penggunaan mata uang lokal yang lebih luas dalam transaksi bilateral. Adapun rincian transaksi yang diperkenankan akan dituangkan dalam petunjuk pelaksanaan.
“Nota Kesepahaman ini selanjutnya akan mempromosikan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi dan investasi bilateral serta meningkatkan kerja sama moneteantara kedua negara di pasar moneter dan keuangan,” kata dia.
Selain MOU ini, Pemerintah Indonesia dan China juga telah menyepakati sejumlah nota kesepahaman (MoU) lain guna memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang strategis anatara kedua negara.
Kesepakatan diumumkan usai Presiden Prabowo Subianto setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Republik Rakyat China, Li Qiang di Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu (25/5/2025).
Berikut 4 Nota Kesepahaman Utama yakni:
MoU antara Bank Indonesia dan People’s Bank of China mengenai pembentukan kerangka kerja sama untuk mendorong transaksi bilateral dalam mata uang lokal. Oleh Gubernur Bank Indonesia dan Gubernur People’s Bank of China
MoU antara Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia dan National Development and Reform Commission Tiongkok mengenai kerja sama dalam kebijakan pembangunan ekonomi. Oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional dan Ketua National Development and Reform Commission Tiongkok.
MoU antara Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan RRT mengenai penguatan kerja sama ekonomi di bidang industri dan rantai pasok. Oleh Menko Perekonomian Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan RRT
MoU antara Kementerian Koordinator Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan RRT dan Pemerintah Provinsi Fujian mengenai kerja sama two countries twin park. Oleh Menko Perekonomian Republik Indonesia dan Menteri Perdagangan RRT.
Pelakunya adalah A.M Sonneveld. Hidup dia dan istrinya sangat glamor, untuk orang Belanda yang tinggal di Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1910-an.
Sonneveld tidak pernah kesulitan uang dan bisa berdansa di lantai pesta setiap saat. Hampir setiap malam dia dan istri bolak-balik tempat hiburan malam di pusat kota bernama Societeit Harmoni. Di sana keduanya berpesta dan menikmati sajian mahal tanpa peduli berapa uang yang dihabiskan.
Tiap kali, Sonneveled foya-foya dan hidup mewah, tak ada satupun orang curiga. Sebab semua orang tahu dia memang kaya raya.
Ketika tiba di Batavia, Sonneveld pernah menjadi perwira KNIL alias Tentara Hindia Belanda. Berbagai penugasan dilakukan hingga berhasil penghargaan dari Ratu Belanda.
Setelah pensiun dini, dia lanjut bekerja di bank swasta terbesar, yakni Nederlandsch Indie Escompto Maatschappi. Di sana, dia bertugas sebagai kepala bagian yang mengurusi uang nasabah. Praktis gajinya pun cukup besar.
Atas riwayat pekerjaan demikian semua orang tak menaruh rasa curiga sedikitpun terkait asal-usul kekayaan Sonneveld. Sampai akhirnya, sikap tersebut berubah usai banyak orang membaca pemberitaan media pada awal September 1913.
Di awal bulan September mayoritas koran-koran di Hindia Belanda melaporkan tindakan melanggar hukum pegawai bank di Batavia. Setelah dibaca tuntas pegawai bank tersebut bernama A.MSonneveld.
Harian Deli Courant (5 September 1913), misalnya, menulis kalau pria berusia 45 tahun itu terbukti melakukan pencurian uang nasabah sebesar 122 ribu gulden.
Pembuktian terjadi usai pihak Bank Escompto melakukan investigasi internal terkait transaksi mencurigakan. Dari sini kemudian diketahui, Sonneveld melakukan “permainan kotor.”
Pada 1913, 122 ribu gulden bisa membeli 73 Kg emas sebab diketahui harganya per gram mencapai 1,67 gulden. Artinya, jika dikonversikan ke masa sekarang, maka 73 Kg emas setara Rp87 miliar (1 gram emas: Rp1,2 juta).
Pada sisi lain, Sonneveld ternyata sudah tahu cara kotornya mulai diketahui pihak bank. Maka, jauh sebelum ditetapkan tersangka, dia dan istri sudah kabur terlebih dahulu ke luar kota. Polisi lantas menetapkan keduanya sebagai buronan dan menyebarluaskan deskripsi fisiknya di banyak koran dan tempat.
Laporan de Sumatra Post (6 September 1913) mewartakan secara detail ciri fisik Sonneveld, yakni berkulit coklat, berdarah Belanda, ada bekas luka di pipi kanan dan lutut, dan berusia 45 tahun.
Beruntung, penyebaran informasi berhasil membawa titik terang pelarian pasangan suami istri tersebut. Diketahui, dia ternyata pergi ke Bandung menggunakan kereta api dari Meester Cornelis (kini Jatinegara).
“Polisi mendeteksi dia menyewa mobil dari Meester Cornelis dan pergi ke hotel di Bandung,” tulis pewarta Deli Courant.
Di Bandung, keduanya tak diam dan melanjutkan perjalanan lagi ke Surabaya menggunakan kereta api. Harian Bataviaasch Nieuswblad (7 September 1913) melaporkan, selama perjalanan kereta api, Sonneveld sempat bertemu seorang teman yang bertanya tujuan perjalanannya.
Kepada teman, buronan dari Batavia itu bilang akan pergi ke Hong Kong setibanya di Surabaya. Dalihnya, perjalanan dilakukan untuk studi banding ke Bank Escompto cabang Hong Kong. Meski begitu, temannya tahu bahwa itu hanya bualan semata.
Maka, dia melaporkan cerita ini ke polisi. Alhasil, kepolisian Hindia Belanda bergegas menghubungi polisi Hong Kong. Akhirnya, perjalanan Sonneveld dan istri pun berakhir.
Belum lama menginjakkan kaki di daratan Hong Kong, keduanya langsung diciduk polisi dan diekstradisi ke Hindia Belanda. Disita pula tas berisi sisa-sisa uang pencurian.
Sesampainya di Indonesia, keduanya langsung diadili. Di pengadilan, Sonneveld mengaku melakukan pencurian uang nasabah untuk memenuhi hasrat hidup mewah. Begitu pula istrinya yang mengetahui tindakan suami dan berupaya menutupi.
Sonneveld lantas dihukum 5 tahun penjara. Sementara istri harus berada di hotel prodeo selama 3 bulan.
Kasus Sonneveld kemudian tercatat dalam sejarah sebagai pencurian terbesar di tahun 1910-an.
Langkah ini diambil melalui keputusan Federal Communications Commission (FCC) yang mengesahkan aturan baru dengan suara bulat 4-0. Aturan tersebut melarang laboratorium asal China yang dianggap memiliki risiko terhadap keamanan nasional AS untuk menguji perangkat elektronik seperti ponsel, kamera, hingga komputer yang akan digunakan di Negeri Paman Sam.
Dalam sistem regulasi AS, semua perangkat elektronik yang beredar harus melalui proses otorisasi FCC. Namun, sekitar 75% pengujian perangkat tersebut dilakukan di laboratorium yang berlokasi di China.
Kini, laboratorium yang memiliki keterkaitan dengan entitas dalam daftar hitam FCC tidak lagi diakui. FCC menilai banyak dari laboratorium ini memiliki hubungan erat dengan Partai Komunis China, perusahaan milik negara, hingga militer China.
“Laboratorium-laboratorium ini menjadi pintu masuk ke infrastruktur telekomunikasi AS,” kata Ketua FCC Brendan Carr, dikutip dari Reuters, Jumat (23/5/2025).
“Tidak sulit membayangkan jika sebuah laboratorium yang tidak independen, bahkan dikendalikan oleh musuh asing, menyetujui perangkat yang tidak aman untuk digunakan di AS,” ujarnya melanjutkan.
Kebijakan ini memperluas langkah sebelumnya pada 2022, di mana FCC telah melarang persetujuan perangkat dari sejumlah perusahaan besar China seperti Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua. Namun kali ini, bukan hanya produknya yang dilarang, tetapi juga sistem sertifikasi dan proses uji produknya yang kini diputus dari China.
Tidak hanya itu, FCC juga tengah membuka konsultasi publik mengenai proposal larangan menyeluruh terhadap semua laboratorium yang berada di China dan negara-negara lain yang dianggap sebagai musuh asing.
Lembaga itu juga mengusulkan kewajiban bagi entitas yang memiliki keterkaitan dengan China atau negara musuh lainnya untuk mengungkapkan seluruh lisensi dan otorisasi mereka dari FCC.
Pada bulan Maret, FCC mengatakan sedang menyelidiki sembilan perusahaan Cina, termasuk Huawei, Hikvision China Mobile, dan China Telecom untuk menentukan apakah mereka berusaha menghindari pembatasan AS.