Kisah Jatuhnya Raja Ritel RI yang ‘Menyerah’ pada Keluarga Riady

Pengunjung berbelanja di Matahari Store dikawasan Jakarta, Senin (30/11/2020). PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) menutup 6 gerainya hingga akhir tahun ini. Jumlah gerai perusahaan ritel ini akan berkurang dari 153 toko menjadi 147 toko.  (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Bisnis ritel belakangan ini meredup, termasuk kilau Matahari Department Store. Hal itu tecermin dari pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menutup sejumlah gerai karena kinerja penjualan yang merosot pada tahun lalu.

Tercatat, perusahaan menjelaskan telah menutup sebanyak 13 gerai yang berkinerja buruk sepanjang tahun 2024. Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan 2024, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) sebesar Rp 827,7 miliar, naik 22,54% secara tahunan (yoy).

Penjualan barang dagangan masih mengalami tekanan, tercatat sebesar Rp12,30 triliun atau turun 1,95% yoy. Bila dirinci, semua lini penjualan mengalami penurunan, seperti penjualan eceran-gerai menurun 1,85% yoy menjadi Rp3,66 triliun dan penjualan konsinyasi menurun 2% yoy menjadi Rp8,64 triliun.

Akan tetapi penurunan pendapatan tersebut juga diiringi dengan beban penjualan konsinyasi dan beban pokok pendapatan yang menyusut, masing-masing menjadi Rp 5,90 triliun dan Rp 2,13 triliun. Beban usaha juga dapat ditekan menjadi Rp2,97 triliun dan beban lain-lain juga turun menjadi Rp 262,9 miliar.

Menilik jauh ke belakang, sebelum jatuh ke tangan Lippo, awalnya Matahari adalah toko baju bernama Micky Mouse di Pasar Baru yang didirikan oleh Hari Darmawan pada tahun 1960. Toko Micky Mouse menjual baju impor dan merek pabrikan sendiri buatan istri Hari bermerek MM Fashion.

Sebetulnya, bisnis Micky Mouse selama lima tahun pertama moncer. Mereka punya pasar tersendiri. Namun, Hari memendam rasa iri terhadap toko sebelah bernama De Zion. Sebab, toko ini selalu ramai dan dikunjungi oleh orang-orang kaya. Upaya mencontek kesuksesan De Zion selalu dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya, keinginan mengakuisisi toko itu muncul kembali pada 1968. Terdengar kabar kalau pemilik De Zion ingin menjual tokonya. Seketika, Hari bergegas langsung membelinya.

Mengutip Kristin Samah & Sigit Triyono dalam Filosofi Bisnis Matahari (2017), bermodalkan pinjaman US$ 200 Juta dari Citibank Hari sukses mengakuisisi dua toko De Zion di Jakarta dan Bogor. De Zion langsung diganti nama menjadi “Matahari”.

“De Zion dalam bahasa Belanda artinya kan Matahari,” kata Hari Darmawan, seperti dikutip Muhammad Ma’ruf dalam 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010).

Untuk mengembangkan toko barunya itu, Hari mencontek toko retail Jepang, Sogo Department Store. Dia ingin Matahari seperti Sogo yang menjual baju selengkap mungkin agar konsumen bisa memilih barang terbaik dan murah. Alhasil, berkat meniru strategi Sogo, Matahari pun mendapat banyak pengunjung. Matahari kemudian berkembang pesat sepanjang tahun 1970-1980.

Gerainya pun tak hanya menjual pakaian, tetapi juga perhiasan, tas, sepatu, kosmetik, peralatan elektronik, mainan, alat tulis, buku dan lainnya. Perkembangan pesat itu membuat Hari mampu membuka gerai lain di luar kota pada tahun 1990-an.

Hampir di seluruh kota di Indonesia terdapat Matahari. Tak ada yang tidak mengenal Matahari. Bahkan, saking jayanya Matahari percaya diri untuk melantai di bursa saham. Pada 1989, PT Matahari Department Store Tbk resmi menjual sahamnya kepada publik dengan kode emiten LPPF.

Meski begitu, kebesaran Matahari tak membuat Hari puas diri. Meski sudah jadi raja, dia ingin menjadikan Matahari sebagai pusat bisnis ritel penting di Indonesia. Ambisinya besar: membuat 1.000 gerai Matahari.

Pada saat bersamaan, keinginan itu didengar oleh James Riady, bankir muda dan anak dari konglomerat pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. James berniat memberi dana pinjaman kepada Hari sebesar Rp 1,6 Triliun. Hari setuju dan mendapat pinjaman sebesar itu dengan bunga rendah. Namun, disinilah letak masalahnya dan tak pernah disangka oleh Hari.

Masih mengutip 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010), tak lama setelah pinjaman itu cair, James Riady berniat berbisnis retail juga. Dia benar-benar membawa merek retail ternama asal AS ke Indonesia, yakni WalMart. Menariknya, WalMart didirikan persis di depan Matahari. Jadi, ketika ada Matahari, pasti ada WalMart. Kasusnya mirip seperti Indomaret dan Alfamart yang selalu berdekatan.

Kemunculan WalMart jelas menjadi sinyal merah persaingan usaha bagi Matahari. Namun, Hari tetap tidak mau kalah dari pesaing sekaligus pemberi pinjamannya. Dia tetap fokus menjalankan Matahari. Dan kenyataannya, WalMart kalah saing dan Matahari tetap jadi raja.

Namun, pada tahun 1996 kabar mengejutkan datang. Hari dan Matahari yang sedang berada di masa jaya

Hari tiba-tiba menerima tawaran pembelian Matahari dari James. Artinya, sejak itulah Matahari yang beromzet Rp 2 Triliun resmi menjadi Lippo Group.

Penjualan ini menimbulkan spekulasi liar. Sebab, banyak yang heran karena Matahari kala itu sangat sukses dan jaya. Hari tak mungkin bangkrut karena Matahari pasti bakal berjalan.

Sejak akuisisi itu, Matahari resmi jadi milik Lippo Group. Nama Hari Darmawan pun perlahan mulai meredup.

Togel Online

Tragis Nasib Tekstil RI: Pelan-Pelan Bangkrut-Stok Nyangkut di Gudang

Industri Tekstil (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Nasib industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri semakin mengenaskan. Dalam beberapa tahun terakhir permintaan menurun akibat gempuran produk impor, jumlah pekerjanya turun akibat industri yang juga jeblok.

Bahkan pengusaha tekstil sendiri menyebut industri TPT kini di ambang kebangkrutan. Terancam senasib seperti Sritex dan anak usahanya, yang dulu berjaya dan sempat jadi raksasa tekstil di Indonesia.

“Sekarang tekstil itu pelan-pelan bangkrut. Karena mereka sudah tidak ada profit untuk capital expenditure, untuk cari investasi baru. Sekarang pekerja di TPT ada 3,9 juta orang, itu sudah turun dari 5,5 juta pekerja waktu sebelum pandemi,” kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ian Syarif kepada CNBC Indonesia, dikutip Jumat (5/2/2025).

Selain itu ada puluhan pabrik lain yang tutup, kondisi permintaan juga pun dalam kondisi menyedihkan.

“Sudah pada mau bangkrut di kain karena Lebaran kali ini hanya terjual 30% barangnya. 30% yang terjual dari total produksi mereka, mereka udah stok buat Lebaran hanya terjual 30%,” kata Ian.

Alhasil banyak stok barang yang masih nyangkut di gudang, dan lebih parahnya banyak toko yang tidak mendapatkan uang dari hasil penjualan. Hal itu juga berdampak pada pembayaran ke pabrik yang memproduksi produk TPT lokal.

“Saya juga nagih ke langganan saya, susah sekali. Mereka pun untuk ngebayarnya susah karena kan barangnya nggak jadi duit, ini bahaya,” sebut Ian.

Sementara itu Pembina Pengurus Perkumpulan Pengusaha Pakaian dan Perlengkapan Bayi Indonesia (P4B) Roedy Irawan juga mengaku tidak bisa memproduksi banyak produk pakaian bayi saat ini.

“Iya, sekarang sih kita udah nggak berani nyetok, kita hanya menyesuaikan dengan perkiraan saja. Jadi kadang-kadang kita produksi, setop, kalau ada order baru produksi lagi gitu. Jadi on-off-on-off doang untuk produksinya,” katanya kepada CNBC Indonesia, Jumat (25/4/2025).

Pantauan CNBC Indonesia di WTC Mangga Dua, memang banyak produk impor yang bebas dijual, tanpa label berbahasa Indonesia, hanya bahasa Hanzi (China).

Pemerintah harus bertindak untuk menyelamatkan industri tekstil dalam negeri. Jika tidak maka kondisinya bisa semakin parah. Bahkan jika ada perubahan regulasi yang lebih baik saat ini, masih perlu ada waktu untuk membuat kondisi.

“Kalau itu terus-terusan kita nggak bisa ketangkep, belum tentu langsung bisa selesai. Minimal perlu 6 bulan kita baru recovery karena kan stok dari pasar masih banyak. Selama itu stok masih banyak kita nggak akan gerak. Minimal 6 bulan setop impor baru kita bergerak naik lagi,” sebut Roedy.

kas138

Harga Kelapa Parut Tak Kunjung Turun & Langka, Pedagang Teriak Begini

Penjualan kelapa parut di kawasan Kramat Jati, Jakarta, Kamis (17/4/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Harga kelapa parut tak kunjung turun. Di Pasar Pondok Gede, Jakarta Timur, harga termahal menyentuh Rp20.000 per butir hari ini, Jumat (2/5/2025).

Rudian, salah seorang pedagang kelapa parut di Pasar Pondok Gede saat ini menjual kelapanya dengan harga Rp15.000 per butir ukuran kecil dan Rp20.000 per butir ukuran besar.

“Sudah empat bulan terakhir naik,” kata Rudian salah seorang pedagang di Pasar Pondok Gede kepada CNBC Indonesia pada Jumat (2/5/2025).

Sebelum harga melonjak, ia menjual kelapa parut dengan harga berkisar Rp7.000 hingga Rp10.000 per butir. Ia mengatakan penyebab dari kenaikan harga kelapa parut adalah karena kebutuhan ekspor yang membuat stok ke pedagang terbatas. Ini juga yang bikin stok kelapa parut langka dan sulit didapat pedagang.

“Buat ekspor. Padahal buat orang sini (kebutuhan lokal) juga banyak,” kata Rudian.

Hal yang sama juga dialami oleh Nana, yang sudah bertahun-tahun berjualan kelapa parut di pasar Pondok gede. Saat ini ia menjual kelapa parut seharga Rp17.000 per butir, melonjak dari sebelumya. Harga tersebut meningkat hampir dua kali lipat.

“Dulu paling mahal Rp10.000 per butir,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa kebutuhan ekspor membuat kelapa untuk pedagang menjadi terbatas sehingga harga melonjak dua kali lipat.

“Dari gudang sudah Rp12.000 per butir, belum ongkos kirim ke sini,” ucap Nana.

Nana pun mengeluhkan terbatasnya stok kelapa untuk para pedagang.
“Jadi sudah dipilih dulu buat yang ekspor, baru ke pedagang,” sebutnya

kas138

Saking Berkualitas, Guru RI Diminta ke Malaysia Ajar Warga Biar Pintar

Koalse foto bendera Indonesia dan bendera Malaysia. (AP Photo)

Hari Pendidikan Nasional tiap tanggal 2 Mei menjadi momentum refleksi perbaikan sektor pendidikan Tanah Air. Sejarah mencatat Indonesia tak pernah kehabisan kisah hebat di sektor pendidikan, salah satunya, saat guru-guru Indonesia diminta ke Malaysia mengajari warganya agar pintar. 

Ini terjadi 58 tahun lalu saat sektor pendidikan Indonesia sangat berjaya di Asia Tenggara. Pada akhir dekade 1960-an, pendidikan Indonesia sudah jauh lebih maju dan berkualitas. Di Tanah Air sudah berdiri banyak kampus yang menghasilkan lulusan terbaik di bidangnya masing-masing. Mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral. Bahkan, kampus-kampus pencetak guru pun sudah hadir sejak lama. 

Semua keunggulan itu kemudian menjadi daya tarik bagi Malaysia. Malaysia yang baru saja berdiri pada 1957 membutuhkan contoh untuk membentuk sistem pendidikan. Lalu mereka juga butuh tenaga pengajar demi mencapai tujuan itu. 

Kala itu, Malaysia sedang merombak sistem pendidikan dengan mendirikan sekolah pro-penduduk etnis Melayu. Sebelumnya, etnis Melayu jadi korban segregasi pendidikan masa kolonial Inggris. Mereka tak bisa menempuh pendidikan sebab sekolah hanya untuk orang Eropa. 

Pemerintah ingin membuka pintu bagi etnis Melayu agar bisa bersekolah. Namun, akibat keterbatasan sumber daya, Negeri Jiran pun meminta guru-guru Indonesia datang mengajar. 

Harian Kompas (31 Mei 1967) mewartakan, permintaan tersebut diutarakan langsung Menteri Pendidikan Malaysia, Mohamed Khir Johari di Jakarta. Hal tersebut langsung disambut baik pemerintah Indonesia. Selain bentuk pengakuan mutu pendidikan, permintaan ini juga dianggap sebagai bentuk normalisasi diplomasi antara kedua negara yang sempat memburuk di era Presiden Soekarno.

Lewat mekanisme yang diatur kedua negara, Indonesia akhirnya memberangkatkan guru ke Negeri Jiran mulai tahun 1969. Jumlahnya bervariasi setiap tahun dan berkisar antara 40-100 guru per tahun.

Harian Angkatan Bersenjata (8 Agustus 1974) melaporkan, para guru Indonesia kebanyakan mengajar mata pelajaran ilmu pasti, seperti matematika, fisika, biologi dan kimia. Mereka mengajar di sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Selama mengajar, mereka juga diminta melatih kemampuan berbahasa Melayu penduduk Malaysia. Sebab kedua negara memiliki bahasa serumpun, sehingga diharapkan membuat anak-anak Malaysia bisa berbahasa Melayu selain bahasa Inggris.

Bahkan, ada pula guru atau dosen yang turut membantu merumuskan kurikulum pendidikan. Hal ini bisa terjadi, sebab mengutip autobiografi tokoh pendidikan Indonesia Imaduddin Abdulrahim (2002), “Malaysia hanya punya tiga orang lulusan S2.”

Praktis, tak mungkin kurikulum bisa terwujud dari pemikiran tiga orang saja. Selain mengimpor guru Indonesia, Malaysia di periode yang sama juga mengirimkan pemuda terbaik belajar di kampus negeri Indonesia.

Mereka diberi kesempatan mencicip kurikulum Indonesia untuk pulang kembali dengan harapan bisa meningkatkan kualitas pendidikan Malaysia. Proses pemberangkatan guru Indonesia ke Malaysia mulai berhenti saat memasuki dekade 1980-an, saat Malaysia sudah siap melaksanakan sistem pendidikan secara mandiri.

kas138

Lisa BLACKPINK Kolaborasi Bareng Maroon 5 di Lagu Baru ‘Priceless’

Lisa BLACKPINK di Coachella 2025. (X/@ lalaluvlalisa via Detikcom)

Lisa, member BLACKPINK, berkolaborasi dengan band asal Amerika Serikat, Maroon 5 dalam lagu terbaru berjudul “Priceless.” Pengumuman kolaborasi ini disampaikan langsung oleh Maroon 5 melalui akun media sosial mereka pada Sabtu (27/4/2025).

Meskipun tanggal rilis resminya belum diumumkan, lagu “Priceless” sudah tersedia untuk pre-save di platform Spotify dan Apple Music.

“PRICELESS FT. LISA @lalalalisa_m PRE-SAVE NOW,” tulis Maroon 5 dalam unggahan Instagram mereka dikutip dari Billboard, Rabu (29/4/2025).

Maroon 5 mengunggah lengkap dengan cuplikan video Adam Levine dan Lisa yang berpose bersama dalam sebuah sesi pemotretan. Maroon 5 juga membagikan teaser berdurasi 15 detik di Instagram Story yang memperdengarkan potongan lagu yang menampilkan suara falsetto khas Adam Levine dan rap Lisa yang berbunyi, “Yeah, talk is cheap boy stop it/ Got my love that’s a real big profit.

Tak hanya itu, Adam Levine melalui akun Instagram pribadinya juga mengunggah foto-foto hitam putih dari proses syuting video musik “Priceless,” yang disutradarai oleh Aerin Moreno dan sinematografer Russ Fraser. Salah satu foto menunjukkan Adam Levine dan Lisa bersantai di balkon dengan latar pemandangan kota.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari rangkaian proyek besar Maroon 5 yang tengah mempersiapkan perilisan album baru mereka (album pertama sejak Jordi (2021)) yang dijadwalkan rilis musim panas tahun ini. Adam Levine sempat mengungkapkan di acara The Tonight Show Starring Jimmy Fallon bahwa akan ada single baru di penghujung bulan ini, tanpa menyebutkan detail lebih lanjut.

Sementara itu, Lisa sendiri baru saja menyelesaikan promosi album solo perdananya Alter Ego, yang berhasil debut di posisi ke-7 Billboard 200. Album ini menampilkan sejumlah kolaborasi besar, termasuk dengan Rosalía, Megan Thee Stallion, Doja Cat, dan RAYE. Lagu-lagu dari Alter Ego juga menjadi bagian dari penampilan memukau Lisa di panggung Coachella 2025.

Banyak Kasus Dokter Cabul, DPR Dorong Ada Tes Kejiwaan di PPDS

Stetoskop. (Dok. Freepik)

Kasus perundungan hingga pelecehan seksual dalam pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mendapat sorotan tajam dalam rapat kerja antara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Komisi IX DPR RI, Selasa (29/4/2025).

Anggota Komisi IX dari fraksi NasDem, Irma Suryani menegaskan perlunya perhatian serius terhadap korban pelecehan seksual di lingkungan PPDS, bukan hanya fokus pada korban meninggal akibat perundungan. Ia meminta Menkes untuk bersikap lebih tegas dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut.

Senada dengan Irma anggota Komisi IX lainnya, Rahmawati Heridian dan Heru Tjahjono, mendorong agar Kementerian Kesehatan melakukan tes psikologi massal, termasuk kejiwaan dan penggunaan alat ukur MMPI hingga MBTI terhadap semua peserta PPDS untuk mencegah penyimpangan perilaku.

Menkes Akui Krisis Budaya dan Janjikan Reformasi

Menanggapi kritik tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengakui, Indonesia tidak hanya mengalami krisis jumlah dan distribusi dokter spesialis, tetapi juga persoalan serius terkait mutu pendidikan, etika, dan budaya di lingkungan rumah sakit pendidikan.

“Kita harus jujur mengakui ada masalah dalam budaya, etika, dan lingkungan pembelajaran klinik. Terlalu banyak peserta didik, sementara pendidiknya sedikit. Yang membimbing malah senior, bukan konsulen atau dosen resmi,” kata Budi.

Ia menjelaskan, perubahan fundamental sedang dilakukan, termasuk mendorong sistem hospital-based dalam pendidikan dokter spesialis, seperti praktik terbaik di banyak negara lain. Dalam sistem ini, dokter spesialis tetap bekerja di rumah sakit sambil menjalani pendidikan, dan mendapatkan gaji, bukan harus berhenti bekerja dan membayar biaya kuliah besar seperti selama ini terjadi di Indonesia.

“Konsep hospital-based ini akan mengutamakan dokter putra-putri daerah untuk spesialisasi sesuai kebutuhan wilayahnya. Sehingga tidak terjadi lagi, daerah kekurangan dokter karena tenaga medisnya justru kembali ke Jawa,” jelas Budi.

Untuk membenahi kasus-kasus kekerasan di PPDS, Budi menyebutkan Kemenkes telah mengambil sejumlah langkah tegas, antara lain, membekukan (freeze) Surat Tanda Registrasi (STR) dokter yang terlibat kasus hingga ada putusan hukum, mencabut STR dokter yang terbukti bersalah, sehingga tidak bisa lagi berpraktik.

Selain itu, melanjutkan proses hukum pidana terhadap pelaku, bukan hanya sekadar sanksi administratif, dan meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk memperjelas tanggung jawab pendidikan di rumah sakit.

“Kami tahu ini tidak populer, tapi kalau tidak ada tindakan tegas, dokter-dokter yang baik justru ikut tercoreng. Kita ingin melindungi profesi dokter yang besar ini dari segelintir oknum,” tegas Budi.

Ia juga menambahkan, perubahan ini membutuhkan waktu dan komitmen kuat untuk mengubah budaya lama di dunia pendidikan kedokteran.

5 Keluarga Chaebol Penguasa Ekonomi Korea Selatan, Lahir Auto Kaya

Lee Jae-yong, pewaris Samsung Group (dok.Reuters)

Di balik kuatnya perekonomian Korea Selatan, ada pengaruh besar sejumlah konglomerasi raksasa atau chaebol. Mereka tak hanya mendominasi pasar domestik, tapi juga menentukan arah kebijakan ekonomi negara.

Chaebol adalah istilah untuk menggambarkan keluarga konglomerat yang mengendalikan bisnis berskala besar di Korea Selatan. Sebagian besar perusahaan besar di negara ini dipimpin secara turun-temurun oleh keluarga pendiri.

Mengutip laporan Korea Herald, chaebol paling berpengaruh saat ini adalah Samsung Group, yang dimiliki keluarga Lee. Samsung merupakan perusahaan teknologi raksasa yang memproduksi alat elektronik, mulai dari ponsel, televisi, tablet, kulkas, mesin cuci, hingga AC.

Menurut data Statista, berikut lima chaebol terbesar di Korea Selatan:

1. Keluarga pemilik Samsung Group
2. Keluarga pemilik SK Group
3. Keluarga pemilik Hyundai
4. Keluarga pemilik LG
5. Keluarga pemilik POSCO

Lima konglomerasi ini menyumbang hampir 53% dari total pendapatan semua grup bisnis besar di Korea Selatan per Mei 2023. Tak heran, anak-anak dari keluarga chaebol sudah memegang jabatan tinggi di usia muda.

Berdasarkan analisis Leaders Index terhadap 199 anggota keluarga chaebol di 100 konglomerasi terkemuka, ditemukan tren percepatan karier yang luar biasa. Total, ada 827 anggota keluarga pemilik yang saat ini bekerja di konglomerasi tersebut.

Laporan menemukan, pertama, rata-rata bergabung dengan perusahaan di usia 28,9 tahun. Kedua, menjadi eksekutif pada usia 34,3 tahun dan ketiga menjabat presiden perusahaan di usia 42,1 tahun.

Bahkan, dari ratusan anggota keluarga yang dianalisis, 40 orang langsung menjadi eksekutif sejak awal bergabung dengan perusahaan. Sementara 19 orang di antaranya menduduki posisi tersebut tanpa pengalaman kerja sebelumnya.

Terungkap! Ini Sosok Raja Debt Collector RI yang Paling Disegani

OJK Atur Cara dan Larangan Tagih Utang Pinjol

Layaknya profesi lain, terdapat nama-nama terkenal yang menggeluti industri penagihan utang atau debt collector. Setidaknya, terdapat tiga nama besar yang kerap dikenal sebagai raja debt collector Tanah Air.

Istilah debt collector sebagai profesi memang sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Biasanya, saat meminjam uang lewat jalur legal maupun ilegal, para peminjam akan didatangi debt collector jika tidak membayar saat jatuh tempo.

Sosok debt collector kerap ditakuti, sebab cara mereka menagih utang tak jarang menggunakan kekerasan. Kasus-kasus ini lah yang pada akhirnya membuat tiga nama seperti John Kei, Hercules, dan Basri Sangaji sering masuk berita, hingga menjadi populer.

Kepopuleran John Kei mulai mencuat tatkala ia tiba di Jakarta pada 1992. Jakarta seperti menjadi tempat pelarian John Kei yang terancam dipenjara oleh polisi Maluku dan Surabaya.

Sedangkan Basri Sangaji pergi ke Jakarta murni untuk mengadu nasib. Lain lagi dengan Hercules yang tiba di ibukota karena dibawa oleh tentara lantaran dia pernah menjadi Tenaga Bantuan Operasi (TBO) Kopassus di Timor Timur.

Hercules dikenal pada masa orde baru sebagai preman ternama. Ke mana-mana selalu membawa golok atau senjata tajam. Menurut Ian Douglas Wilson dalam Politik Jatah Preman (2018), awalnya jasa mereka digunakan oleh para kelompok masyarakat untuk menjaga “ketertiban” suatu wilayah.

Pada mulanya mereka hanya seorang diri, tetapi perlahan membentuk kelompok. Kelompok tersebut berisi orang-orang dari kampung halamannya masing-masing yang pergi merantau ke Jakarta.

Orang-orang yang berasal dari Ambon biasanya bergabung di bawah kelompok John Kei dan Basri Sangaji. Kei sendiri berasal dari Pulau Kei dan Basri dari Pulau Haruku. Lalu, jika dari Timor, mereka di bawah Hercules.

Bagi para pendatang, ketiganya sosok kharismatik yang bisa diandalkan. Maka, tak jarang para pendatang itu mengikuti jejak serupa, yakni menjadi preman. Kelompok yang dipimpin mereka kerap ribut di Jakarta pada era 1990-an dan menyebabkan banyak orang terbunuh.

Masih mengutip Ian Douglas Wilson, mereka bekerja layaknya mafia yang sangat identik dengan dunia gelap. Perlahan bisnis mereka beralih dari preman, menjadi penagihan utang dan makelar tanah sejak 1990-an.

Melansir Vice, tumbuhnya sektor keuangan dan perbankan swasta membuat anggota kelompok pimpinan John Kei dan lainnya memilih menjadi debt collector atau penagih utang.

Hal ini kian marak ketika terjadi krisis ekonomi yang membuat banyak bank pailit dan meninggalkan kredit macet. Kredit macet itulah yang kemudian akan dikejar oleh para debt collector ke nasabah.

Selain itu, jasa mereka juga digunakan untuk menjaga tanah di Jakarta. Saat itu, lahan di Jakarta masih semrawut. Banyak kepemilikan ganda atas lahan di Jakarta. Akibatnya banyak penduduk yang memanfaatkan jasa dari orang Timur untuk menjaga lahannya.

Maraknya penggunaan kelompok mereka oleh perusahaan-perusahaan besar membuat nama ketiganya kian jaya dan kesohor. Sejak saat itulah mereka kemudian dikenal sebagai ‘Raja’ debt collector RI.

Bahkan, besarnya nama ketiganya bisa menciptakan gurita bisnis. Memang, bisnis penagihan utang tak selamanya formal, tetapi berkat ajaran ketiga raja tersebut, banyak anak buahnya yang mendirikan bisnis serupa.

Tak jarang pula ketiganya bersaing untuk memperebutkan wilayah kekuasaan.

Geng Hercules pernah terlibat perkelahian dan bentrokan dengan pemerintah termasuk kelompok dari Geng Basri Sangaji Pada 2002. Bahkan Hercules pernah menjadi tersangka pembunuhan Basri. Begitu pula John Kei yang juga pernah didakwa pembunuhan.

Meski para bosnya sudah tiada dan dipenjara, perselisihan antara kelompok mereka dengan etnis lain berakar kuat. Begitu juga dengan profesi debt collector yang makin identik dengan kelompok dari Indonesia Timur. Kebesaran nama mereka di bisnis penagihan utang tak tergantikan hingga kini.

Saat ini, John Kei sedang berada di balik jeruji besi untuk kesekian kalinya dalam kasus penyerangan terhadap saudaranya di Tangerang. Sementara, Hercules dikabarkan taubat dan menjalani hidup sebagai pengusaha dan mendirikan ormas GRIB Jaya.

Konflik India-Pakistan Makan Korban Baru: Maskapai Penerbangan

FILE PHOTO: An IndiGo Airlines Airbus A320 aircraft takes off in Colomiers near Toulouse, France, October 19, 2017. REUTERS/Regis Duvignau/File Photo

Maskapai India seperti Air India dan IndiGo diprediksi bakal menghadapi lonjakan biaya operasional dan waktu tempuh lebih lama setelah Pakistan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan India. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara pasca serangan militan mematikan di Kashmir.

India menuding unsur dari Pakistan terlibat dalam serangan pada Selasa lalu, yang menewaskan 26 pria di daerah Pahalgam, Kashmir India. Pakistan sendiri membantah tuduhan tersebut.

Sebagai respons, kedua negara yang memiliki senjata nuklir ini saling memberlakukan sanksi. India bahkan menangguhkan sementara perjanjian penting terkait pembagian air sungai dengan Pakistan.

Menurut data dari Flightradar24, maskapai internasional tidak terdampak, namun maskapai nasional India seperti Air India dan IndiGo sejak Kamis malam (25/4/2025) sudah mulai mengalihkan rute penerbangan ke New York, Azerbaijan, dan Dubai, yang biasanya melintasi wilayah udara Pakistan,

Bandara Indira Gandhi di New Delhi, salah satu bandara tersibuk di dunia, menjadi yang paling terdampak. Biasanya, penerbangan dari New Delhi ke Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Utara melewati jalur udara Pakistan.

Berdasarkan data Cirium Ascend, Air India, Air India Express, dan IndiGo memiliki sekitar 1.200 penerbangan internasional dari New Delhi yang dijadwalkan pada April ini.

Seorang eksekutif industri penerbangan India yang enggan disebutkan namanya mengatakan, penerbangan Air India dari New Delhi ke Timur Tengah kini membutuhkan tambahan waktu sekitar satu jam. Artinya, konsumsi bahan bakar akan meningkat, kapasitas kargo berkurang, dan biaya operasional membengkak. Diketahui, biaya bahan bakar dan minyak bisa mencapai 30% dari total biaya operasional maskapai.

Penerbangan Dibatalkan dan Penyesuaian Jadwal Kru

IndiGo mengumumkan sekitar 50 rute internasional akan mengalami sedikit penyesuaian. Selain itu, IndiGo juga membatalkan penerbangan ke Almaty mulai 27 April hingga setidaknya 7 Mei, serta ke Tashkent mulai 28 April hingga 7 Mei.

Maskapai-maskapai India yang sebelumnya sudah menghadapi tantangan akibat keterlambatan pengiriman pesawat dari Boeing dan Airbus kini harus menyesuaikan ulang jadwal penerbangan dan kru.

Seorang pilot maskapai India mengatakan kepada Reuters bahwa penutupan wilayah udara Pakistan ini akan memaksa maskapai menghitung ulang jam terbang yang diizinkan, serta menyusun ulang daftar tugas kru dan pilot.

Data dari FlightAware menunjukkan penerbangan IndiGo 6E1803 dari New Delhi ke Baku pada Kamis harus menempuh jalur memutar melewati Gujarat, Laut Arab, dan Iran sebelum akhirnya tiba di Azerbaijan dalam waktu 5 jam 43 menit. Padahal, sehari sebelumnya saat masih melewati Pakistan, penerbangan itu hanya memakan waktu 5 jam 5 menit.

Pakistan menetapkan larangan penggunaan wilayah udaranya hingga 23 Mei 2025. Sebagai catatan, pada 2019 lalu, India pernah mengungkapkan, penutupan wilayah udara Pakistan selama sekitar lima bulan menyebabkan kerugian minimal US$64 juta (sekitar Rp1 triliun) bagi Air India, IndiGo, dan maskapai India lainnya.